Awwalussanah Menyatukan Langkah Sekolah dan Orang Tua
Awwalussanah Tahun Ajaran 2026/2027: Menguatkan Sinergi Sekolah dan Orang Tua dalam Membangun Generasi Islami Cerdas dan Mandiri
Cilacap – Alhamdulillahirabbil 'alamin, TK & KB Al Irsyad 02 Cilacap menggelar kegiatan Awwalussanah Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai langkah awal menyambut peserta didik baru sekaligus mempererat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ustadzah Apriati, S.Pd., serta pembacaan ayat suci Al-Qur'an QS. Luqman ayat 13–15 oleh Ustadzah Widi Astuti.
Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif Yayasan Sosial Al Irsyad Cilacap, Ust. Turiyanto, A.Md., menyampaikan rasa syukur atas perjalanan TK & KB Al Irsyad 02 Cilacap yang telah menginjak usia tiga dekade dalam memberikan layanan pendidikan anak usia dini. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya dibangun di sekolah, tetapi juga melalui kolaborasi yang erat antara guru dan orang tua. Sebagai simbol dimulainya perjalanan peserta didik baru, beliau juga berkenan menyematkan ID Card Peserta Didik Baru secara simbolis.
Selanjutnya, Kepala TK & KB Al Irsyad 02 Cilacap, Ustadzah Roma Yuliningsih, S.Pd.AUD., memaparkan berbagai program sekolah yang akan dilaksanakan selama Tahun Ajaran 2026/2027. Orang tua diperkenalkan dengan seluruh ustadzah, budaya sekolah, serta berbagai program unggulan seperti Home Visit, MPLS, Daily Report, Grow Up Session, Special Moment, kolaborasi rumah dan sekolah, Market Day, SLC, hingga layanan Child Care ( CC). Melalui sosialisasi tersebut diharapkan terjalin komunikasi yang baik sehingga sekolah dan keluarga dapat berjalan seiring dalam mendukung perkembangan anak.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Parenting bersama Coach Henry Krijgsman. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak seluruh orang tua dan pendidik untuk menyadari bahwa rumah dan sekolah adalah satu tim yang memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk generasi Islami yang cerdas, mandiri, dan berkarakter.
Salah satu pesan yang paling menginspirasi adalah "Tegas pada perilakunya, sayangi identitasnya." Coach Henry menjelaskan bahwa ketika anak melakukan kesalahan, yang perlu dikoreksi adalah perilakunya, bukan memberikan label negatif kepada dirinya. Orang tua maupun pendidik diharapkan membimbing anak dengan komunikasi yang hangat, memberikan apresiasi, serta menjaga harga diri anak agar tumbuh dengan identitas dan konsep diri yang positif.
Beliau juga menyampaikan bahwa masa kanak-kanak hingga sekitar usia 12 tahun merupakan periode penting dalam pembentukan identitas diri. Ketika pada masa tersebut anak memperoleh pola asuh yang penuh kasih sayang, konsisten, dan menjadi teladan yang baik, maka akan terbentuk konsep diri yang kuat. Hal inilah yang menjadi salah satu indikator keberhasilan parenting, karena anak tumbuh dengan rasa percaya diri, mengenal jati dirinya, serta memiliki karakter yang baik sebagai bekal menghadapi masa depan.
Melalui kegiatan Awwalussanah ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi setiap proses tumbuh kembang anak. Semoga seluruh ikhtiar yang dilakukan bersama menjadi jalan lahirnya generasi yang berakhlak mulia, berkarakter, mandiri, serta memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.